Walhi Ungkap Pelepasan Hutan Tertinggi Terjadi di Era SBY dan Menteri Zulkifli Hasan

- Penulis

Kamis, 11 Desember 2025 - 12:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta//trans24.id – Pusat perhatian publik kembali mengarah pada kebijakan kehutanan masa lalu setelah berbagai bencana ekologis terus berulang di sejumlah wilayah Indonesia.

 

Kepala Divisi Kajian dan Hukum Lingkungan Walhi, Puspa Dewi menegaskan, persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang pemberian izin di kawasan hutan, terutama pada masa Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.

 

Menurut Puspa, data Walhi menunjukkan pelepasan kawasan hutan secara besar-besaran terjadi pada periode tersebut. Ia menyebut tren pemberian izin saat itu mencapai tingkat tertinggi dibanding masa-masa sebelumnya.

 

“Kalau dilihat memang di masanya Zulkifli Hasan ya itu yang sangat tinggi sekali pemberian izin di kawasan hutan.

 

Jadi kayaknya ada data di Walhi sebenarnya yang menunjukkan dari mulai masanya Soeharto gitu ya sampai dengan yang terakhir, itu paling banyak itu di Zulkifli Hasan pelepasan kawasan hutannya,” katanya dalam podcast Akbar Faisal Uncensored.

 

Dia menjelaskan, lonjakan pelepasan kawasan hutan terutama terjadi saat Zulkifli Hasan menjabat di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

 

Kebijakan itu membuka ruang bagi ekspansi besar-besaran berbagai sektor usaha, termasuk perkebunan sawit dan industri lainnya yang beroperasi di kawasan berhutan.

 

“Kalau kita mau melihat ee di masa yang kapan gitu ya? Ketika itu ee Zulkifli Hasan itu yang dari SBY ya. Jadi dari SBY itu sebenarnya cukup tinggi pelepasan kawasan hutannya,” ujarnya.

Baca Juga  Menu MBG Dinilai Tak Layak, KSPPG dan Ahli Gizi Karyasari Sukaresmi Disorot Aktivis

 

Menurut Puspa, dampaknya baru terasa setelah bertahun-tahun. Ia menegaskan, izin yang diterbitkan pada masa lalu kini berkontribusi pada meningkatnya risiko bencana ekologis akibat deforestasi dan hilangnya tutupan hutan di banyak daerah.

 

“Kalau kita lihat izin kan bukan setahun dua tahun ya. Jadi kalau kita ngelihat soal bencana ini kan dia akumulasi. Nah, izin yang diberikan sejak dari 20 tahun yang lalu misalnya atau 10 tahun yang lalu inilah yang kemudian implikasinya,” bebernya.

 

“Jadi kalau dilihat kapan mulai tinggi ya mulai tingginya itu ketika masanya Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan apa pelepasan kawasan hutan baik itu untuk sawit ya maupun juga apa sektor-sektor usaha di hutan gitu,” tambah Puspa.

 

Dia mengatakan, pemicu awal kerusakan hutan yang masif berasal dari keputusan-keputusan tersebut. Dengan semakin seringnya bencana ekologis, Walhi menilai pemerintah harus mengambil langkah korektif, meninjau ulang kebijakan lama, dan memperkuat moratorium izin baru di kawasan hutan.

 

Puspa menekankan bahwa penyelesaian masalah ini membutuhkan keberanian politik untuk memulihkan dan melindungi hutan yang tersisa.

 

“Jadi kalau mau dilihat gitu ya, siapa ini kan kalau mau dibilang soal bertanggung jawab ya dari proses yang awal-awal tadi gitu ya. Tapi kalau dilihat dari masanya kapan ya masanya di Zulkifli Hasan itu yang paling banyak pelepasan pelepasan hutan,” tutup Puspa.

 

Reporter : Edo

Berita Terkait

IKB Banjaran Jalin Silaturahmi dengan MABAL Persib, Perkuat Kolaborasi Kreatif dan Komunitas
Kapolres Cianjur Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian Periode 1 April 2026
Awak media minta polres indramayu tangkap pelaku penjual obat keras di arjasari patrol
Awak media berharap polisi tangkap penjual obat keras di arjasari patrol indramayu
Karang Taruna Kecamatan Banjaran Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu
Pererat Silaturahmi dan Sportivitas, Dandim Cup I Bola Voli Tahun 2026 Resmi Dimulai
Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 29,9 Kg Sabu dan 15.056 Butir Ekstasi Jaringan Antarprovinsi
Korps Raport Sertijab Jadi Momentum Pembinaan Prajurit Kodim 1002/HST
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 17:26

IKB Banjaran Jalin Silaturahmi dengan MABAL Persib, Perkuat Kolaborasi Kreatif dan Komunitas

Senin, 6 April 2026 - 23:48

Kapolres Cianjur Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian Periode 1 April 2026

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:21

Awak media minta polres indramayu tangkap pelaku penjual obat keras di arjasari patrol

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:20

Awak media berharap polisi tangkap penjual obat keras di arjasari patrol indramayu

Senin, 16 Maret 2026 - 00:42

Karang Taruna Kecamatan Banjaran Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

Rabu, 25 Februari 2026 - 01:11

Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 29,9 Kg Sabu dan 15.056 Butir Ekstasi Jaringan Antarprovinsi

Senin, 23 Februari 2026 - 01:55

Korps Raport Sertijab Jadi Momentum Pembinaan Prajurit Kodim 1002/HST

Senin, 23 Februari 2026 - 01:52

Patroli Ramadhan, Polres Balangan sisir Pusat Kota Paringin

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x