Banjir Berulang di Pandeglang, Alarm Moral atas Relasi Manusia dan Alam

- Penulis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 03:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang//trans24.id — Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia setelah hujan deras mengguyur selama beberapa hari terakhir. Di Kabupaten Pandeglang, Banten, ribuan rumah warga terendam, aktivitas masyarakat lumpuh, dan kerugian material terus bertambah. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga memunculkan refleksi mendalam mengenai relasi manusia dengan alam.

Sejumlah pengamat lingkungan menilai banjir yang kian sering terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem. Alih fungsi lahan, penggundulan hutan, penimbunan daerah resapan air, serta pembangunan yang mengabaikan keseimbangan ekosistem disebut sebagai faktor utama meningkatnya intensitas dan luas genangan banjir. Kepentingan ekonomi dan politik dinilai kerap mengesampingkan aspek kelestarian lingkungan, sehingga alam menjadi korban dari pembangunan yang tidak berkelanjutan.

Dalam perspektif keagamaan, khususnya Islam, manusia telah diingatkan agar tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Al-Qur’an menegaskan bahwa kerusakan di darat dan laut merupakan akibat dari perbuatan manusia sendiri, sebagai peringatan agar manusia kembali ke jalan yang benar, sebagaimana tertuang dalam QS. Ar-Rum ayat 41.

Ayat tersebut dipahami sebagai peringatan moral bahwa bencana dapat menjadi cermin perilaku manusia yang melampaui batas. Keserakahan dalam mengeksploitasi sumber daya alam tanpa tanggung jawab dinilai bertentangan dengan peran manusia sebagai khalifah di bumi, yang memiliki amanah untuk menjaga dan memelihara alam, bukan merusaknya.

Baca Juga  Alzier Desak BPK–BPKP Audit Investigasi Anggaran UIN Raden Intan 2022–2026”

Para ulama dan akademisi menekankan bahwa bencana banjir harus dijadikan momentum introspeksi bersama, baik oleh pemerintah, pelaku industri, maupun masyarakat. Kebijakan pembangunan yang adil dan ramah lingkungan dipandang bukan hanya sebagai tuntutan zaman, tetapi juga sebagai amanah moral dan spiritual yang harus ditegakkan secara konsisten.

Peringatan serupa juga ditegaskan dalam Al-Qur’an melalui QS. Al-A’raf ayat 56 yang melarang manusia berbuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya. Pesan ini dinilai semakin relevan dengan kondisi saat ini, ketika kerusakan lingkungan kian nyata dan berdampak langsung pada kehidupan manusia.

Banjir yang terjadi hari ini bukan sekadar persoalan luapan air, melainkan peringatan keras agar manusia kembali menata hubungan dengan alam secara bijaksana. Tanpa perubahan sikap dan kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan, bencana serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan meninggalkan kerusakan yang semakin sulit dipulihkan.

Berita Terkait

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik
Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif
Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar
Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai
Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah
POLDA KALSEL BONGKAR JARINGAN PEMALSUAN DOKUMEN KENDARAAN BERMOTOR, 6 TERSANGKA DIAMANKAN
Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin
Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:29

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:24

Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:03

Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:16

Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:56

Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:26

Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:01

Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:54

Satlantas Polres Tabalong Pasang Spanduk Larangan Balap Liar dan Speed Bump Jelang Ramadhan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x