Aktivitas Kreatif Bisa Perpanjang Umur Otak 

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta//trans24.id Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan rutin dalam aktivitas kreatif seperti menari, membaca, hingga bermain gim video berpotensi membantu memperlambat penuaan otak terutama pada usia lanjut.

Peneliti dari SWPS University di Polandia menemukan bahwa aktivitas kreatif mendukung fungsi otak, juga berhubungan dengan usia otak yang lebih muda. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications.

“Seiring populasi menua, semakin banyak orang yang mengalami penurunan kognitif dan demensia. Jika kita dapat mengidentifikasi aktivitas sehari-hari yang membantu otak tetap lebih ‘muda’, kita bisa menunda gangguan memori, perhatian, dan kemandirian,” kata psikolog dan Head of Center for Neurocognitive Research SWPS University, Aneta Brzezicka, kepada Medical News Today.

Penelitian ini menganalisis data kesehatan, termasuk pencitraan saraf, dari lebih dari 1.400 partisipan di 13 negara. Sebagian partisipan merupakan individu yang memiliki keahlian khusus dalam menari tango, bermusik, seni visual, dan permainan gim strategi.

Menurut Brzezicka, aktivitas kreatif menggabungkan berbagai unsur yang bermanfaat bagi otak. Aktivitas tersebut menuntut kemampuan kognitif, melibatkan emosi, sering bersifat sosial, serta membutuhkan koordinasi motorik halus.

Untuk mengukur usia otak, peneliti menggunakan model komputasi yang dikenal sebagai brain clock. Model ini memperkirakan usia otak berdasarkan pola aktivitas listrik otak yang direkam melalui Elektroensefalogram (EEG) dan Magnetoensefalografi (MEG).

Jika usia otak yang diprediksi lebih rendah dari usia kronologis, hal itu menunjukkan proses penuaan otak yang lebih lambat. Selisih antara usia otak dan usia sebenarnya disebut sebagai brain age gap.

Baca Juga  kuat Silaturahmi dan Kekompakan, Bupati Bandung Dukung POR DPRD

Hasil penelitian menunjukkan partisipan yang aktif dalam kegiatan kreatif memiliki usia otak yang lebih muda dibandingkan kelompok pembanding. Efek paling kuat terlihat pada individu yang telah mengembangkan keterampilan kreatifnya selama bertahun-tahun.

“Di semua bidang yang diteliti, para ahli memiliki pola aktivitas otak yang dinilai sekitar empat hingga tujuh tahun lebih muda dibandingkan individu lain dengan usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan yang sama,” kata Brzezicka.

Manfaat serupa juga ditemukan pada partisipan yang mengikuti pelatihan jangka pendek. Dalam studi pelatihan gim strategi, partisipan yang berlatih sekitar 30 jam menunjukkan penurunan usia otak sekitar tiga tahun, disertai peningkatan perhatian dan kinerja.

Peneliti menyimpulkan bahwa otak orang dewasa tetap plastis dan dapat mengalami perubahan terukur dalam waktu relatif singkat.

Neuropsikolog dari Marcus Neuroscience Institute, Raphael Wald, menyebut hasil penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga aktivitas mental melalui beragam kegiatan. Menurut dia, kreativitas berperan penting karena mendorong cara berpikir abstrak dan fleksibel.

Sementara itu, neuropsikolog klinis dari Hackensack Meridian Neuroscience Institute, Megan Glenn, menilai temuan ini menyoroti pentingnya membangun cadangan kognitif sejak usia lebih muda. Ia menyebut pengembangan minat kreatif dapat menjadi investasi jangka panjang untuk kesehatan otak.

Para ahli menyarankan masyarakat memilih aktivitas kreatif yang disukai agar dapat dilakukan secara berkelanjutan. Aktivitas tersebut tidak harus dilakukan secara profesional untuk memberikan manfaat bagi fungsi kognitif.

Berita Terkait

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik
Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif
Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar
Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai
Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah
POLDA KALSEL BONGKAR JARINGAN PEMALSUAN DOKUMEN KENDARAAN BERMOTOR, 6 TERSANGKA DIAMANKAN
Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin
Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:29

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:24

Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:03

Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:16

Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:56

Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:26

Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:01

Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:54

Satlantas Polres Tabalong Pasang Spanduk Larangan Balap Liar dan Speed Bump Jelang Ramadhan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x