Indonesia menjadi negara pertama yang bereaksi terhadap penyalahgunaan AI Grok.

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA//trans24.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengklaim telah memutus akses aplikasi Grok untuk sementara, menyusul sejumlah insiden penyalahgunaan AI (kecerdasan buatan) dalam konten pornografi palsu.

Menurut korban, langkah itu disebut sebagai ‘solusi instan’ untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi perempuan.

Kementerian Komunikasi dan Digital telah memutus sementara akses Grok, pada 10 Januari lalu.

Menurut pemerintah, aturan itu dibuat untuk melindungi perempuan, anak dan seluruh rakyat Indonesia dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Setelah itu, Malaysia mengumumkan pemutusan akses Grok pada Minggu (11/01).

Baik Indonesia dan Malaysia meminta media sosial X untuk segera memberikan klarifikasi terkait dampak negatif penggunaan Grok.

Grok dan perusahaan induknya X, juga menghadapi tekanan di UK setelah Menteri Teknologi, Liz Kendall, mendukung seruan pemblokiran akses ke X karena gagal mematuhi undang-undang keamanan daring.

Baca Juga  Hadiri Tabligh Akbar, Kang DS Dorong Santri Perkuat Niat dan Tekuni Ilmu

Terbaru, Ofcom—badan pengawas keamanan daring di UK—telah meluncurkan penyelidikan terhadap platform X milik Elon Musk untuk menentukan apakah platform tersebut telah gagal mematuhi undang-undang keamanan daring.

Dalam sebuah pernyataan, Ofcom mengatakan terdapat “laporan yang sangat mengkhawatirkan” mengenai chatbot AI Grok milik platform tersebut yang digunakan untuk membuat dan menyebarkan foto orang tanpa busana, serta “gambar seksual anak-anak”.

Kembali ke Indonesia, perdebatan muncul tentang langkah pencegahan penyalahgunaan AI itu, hingga membuat seorang korban, Kirana Ayuningtyas, meradang.

“Daripada mengatur korban harus seperti apa di medsos, kenapa bukan pelakunya saja yang diatur? Yang salah kan orang yang menyalahgunakan [AI] bukan keberadaan foto bahkan perempuan,”cetusnya.

SAFEnet (Southeast Asia Freedom of Expression Network) menyebut, kasus yang dialami Kirana merupakan kekerasan berbasis gender online.

Meski demikian, solusi yang diputuskan pemerintah Indonesia disebut Kirana sebatas “solusi instan”.

Berita Terkait

IKB Banjaran Jalin Silaturahmi dengan MABAL Persib, Perkuat Kolaborasi Kreatif dan Komunitas
Kapolres Cianjur Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian Periode 1 April 2026
Awak media minta polres indramayu tangkap pelaku penjual obat keras di arjasari patrol
Awak media berharap polisi tangkap penjual obat keras di arjasari patrol indramayu
Karang Taruna Kecamatan Banjaran Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu
Pererat Silaturahmi dan Sportivitas, Dandim Cup I Bola Voli Tahun 2026 Resmi Dimulai
Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 29,9 Kg Sabu dan 15.056 Butir Ekstasi Jaringan Antarprovinsi
Korps Raport Sertijab Jadi Momentum Pembinaan Prajurit Kodim 1002/HST
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 17:26

IKB Banjaran Jalin Silaturahmi dengan MABAL Persib, Perkuat Kolaborasi Kreatif dan Komunitas

Senin, 6 April 2026 - 23:48

Kapolres Cianjur Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian Periode 1 April 2026

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:21

Awak media minta polres indramayu tangkap pelaku penjual obat keras di arjasari patrol

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:20

Awak media berharap polisi tangkap penjual obat keras di arjasari patrol indramayu

Senin, 16 Maret 2026 - 00:42

Karang Taruna Kecamatan Banjaran Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

Rabu, 25 Februari 2026 - 01:11

Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 29,9 Kg Sabu dan 15.056 Butir Ekstasi Jaringan Antarprovinsi

Senin, 23 Februari 2026 - 01:55

Korps Raport Sertijab Jadi Momentum Pembinaan Prajurit Kodim 1002/HST

Senin, 23 Februari 2026 - 01:52

Patroli Ramadhan, Polres Balangan sisir Pusat Kota Paringin

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x