Mahasiswa PPDS Unsri Jadi Korban Perundungan, Menkes: ‘Sudah Sistemik’ 

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 12:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG//trans24.id Kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang mahasiswa PPDS di Universitas Sriwijaya, berinisial OA, mencuat usai viral di media sosial. OA disebut sedang bertugas di RSUP Mohammad Hoesin, Palembang.

Dalam salinan pesan yang tersebar di media sosial itu, korban diklaim mengundurkan diri dan nyaris melakukan percobaan bunuh diri karena dirundung dan diperas oleh seniornya.

Korban disebut diperas untuk membayar ongkos kuliah, membiayai clubbing dan pesta senior, sewa alat olahraga seperti padel, sepeda dan klub sepakbola senior.

OA disebut juga diminta membelikan obat perawatan wajah, makanan dan minuman, tiket pesawat dan konser, biaya sewa rumah dan kos senior, biaya perpisahan senior, biaya penelitian ilmiah dan seminar senior.

Bahkan korban diduga diminta antar-jemput anak senior ke sekolah, membelikan alat kesehatan (alkes) serta barang mewah lainnya untuk senior.

Baca Juga  Polres Purbalingga Beri Penjelasan Pendaki Meninggal di Gunung Slamet

Jika permintaan senior tersebut tidak dilakukan, korban akan diintimidasi, diancam akan dirundung, dikucilkan dan dipersulit selama masa pendidikan di PPDS Unsri Ilmu Kesehatan Mata di RSUP Mohammad Hoesin Palembang.

Berulangnya kasus dugaan perundungan dan pemerasan terhadap mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) menunjukkan belum adanya sistem perbaikan yang permanen, kata pengamat.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, bilang kejadian perundungan di PPDS sudah sistemik. Oleh karena itu, pihaknya langsung memberhentikan sementara prodi Ilmu Kesehatan Mata di RSUP Mohammad Hoesin. Langkah itu dilakukannya untuk memastikan agar insiden ini bisa dicegah dan prodi PPDS yang terkait bisa melakukan perbaikan.

Budi juga berjanji akan adopsi standar pendidikan dokter spesialis dari Amerika Serikat.

Adapun Kepala Humas Unsri, Nurly Meilinda, menegaskan pihaknya telah mengambil langkah dengan membentuk tim khusus untuk mengatasi masalah ini.

Berita Terkait

Korps Raport Sertijab Jadi Momentum Pembinaan Prajurit Kodim 1002/HST
Patroli Ramadhan, Polres Balangan sisir Pusat Kota Paringin
Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik
Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif
Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar
Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai
Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah
POLDA KALSEL BONGKAR JARINGAN PEMALSUAN DOKUMEN KENDARAAN BERMOTOR, 6 TERSANGKA DIAMANKAN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 01:55

Korps Raport Sertijab Jadi Momentum Pembinaan Prajurit Kodim 1002/HST

Senin, 23 Februari 2026 - 01:52

Patroli Ramadhan, Polres Balangan sisir Pusat Kota Paringin

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:29

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:24

Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:03

Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:56

Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:17

POLDA KALSEL BONGKAR JARINGAN PEMALSUAN DOKUMEN KENDARAAN BERMOTOR, 6 TERSANGKA DIAMANKAN

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:26

Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x