Rupiah Masih Nggak Banyak Gerak di Rp16.985 per USD 

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 04:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, // trans24.id //-Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari kembali mengalami pelemahan. Mata uang Garuda tak berdaya meski dolar AS juga mengalami tekanan akibat situasi global.

Mengutip data Bloomberg, Selasa, 20 Januari 2026, rupiah berada di level Rp16.985 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 30 poin atau setara 0,18 persen dari Rp16.887 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.930 per USD. Rupiah melemah dari Rp16.876 per USD pada pembukaan perdagangan kemarin.

Rupiah diprediksi melemah

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan, nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Pada Selasa, 20 Januari 2026, rupiah akan bergerak di rentang Rp16.950 hingga Rp16.980 per dolar AS.

Ibrahim menjelaskan tekanan utama rupiah saat ini berasal dari kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia. Defisit anggaran pemerintah tahun lalu tercatat mendekati batas maksimal 3 persen dari PDB, sementara penerimaan pajak belum menunjukkan pemulihan yang signifikan.

Baca Juga  Hujan dan Angin Menguji Jiwa Para Petani di Patia: Padi Rebahan Menyulam Kesedihan dengan Kesabaran

“Kondisi ini menambah tekanan terhadap pergerakan mata uang rupiah,” ujar Ibrahim dalam keterangan resminya.

Dari sisi global, meskipun dolar AS tidak menguat signifikan, pasar tetap dibayangi oleh ancaman tarif impor Presiden AS Donald Trump sebesar 10 hingga 25 persen terhadap negara-negara Eropa. Kebijakan tersebut memicu ketidakpastian dan mendorong investor bersikap hati-hati terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang tercatat 5,0 persen memberikan sentimen campuran. Meski sesuai target pemerintah Beijing, lemahnya konsumsi domestik Tiongkok dinilai berpotensi menekan prospek ekspor negara mitra dagang di Asia, termasuk Indonesia.

Berita Terkait

Awak media minta polres indramayu tangkap pelaku penjual obat keras di arjasari patrol
Awak media berharap polisi tangkap penjual obat keras di arjasari patrol indramayu
Karang Taruna Kecamatan Banjaran Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu
Pererat Silaturahmi dan Sportivitas, Dandim Cup I Bola Voli Tahun 2026 Resmi Dimulai
Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 29,9 Kg Sabu dan 15.056 Butir Ekstasi Jaringan Antarprovinsi
Korps Raport Sertijab Jadi Momentum Pembinaan Prajurit Kodim 1002/HST
Patroli Ramadhan, Polres Balangan sisir Pusat Kota Paringin
Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:21

Awak media minta polres indramayu tangkap pelaku penjual obat keras di arjasari patrol

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:20

Awak media berharap polisi tangkap penjual obat keras di arjasari patrol indramayu

Senin, 16 Maret 2026 - 00:42

Karang Taruna Kecamatan Banjaran Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

Rabu, 25 Februari 2026 - 01:14

Pererat Silaturahmi dan Sportivitas, Dandim Cup I Bola Voli Tahun 2026 Resmi Dimulai

Rabu, 25 Februari 2026 - 01:11

Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 29,9 Kg Sabu dan 15.056 Butir Ekstasi Jaringan Antarprovinsi

Senin, 23 Februari 2026 - 01:52

Patroli Ramadhan, Polres Balangan sisir Pusat Kota Paringin

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:29

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:24

Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x