Bagaimana pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro?

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CARACAS//trans24.id – Selama berbulan-bulan, intelijen AS telah memantau gerak-gerik Nicolas Maduro. Sebuah tim kecil, termasuk informan AS di dalam pemerintahan Venezuela, telah mengamati di mana pria berusia 63 tahun itu tidur, apa yang dia makan, apa yang dia kenakan, dan bahkan, menurut para pejabat militer tinggi, “hewan peliharaannya”.

Kemudian, pada awal Desember, sebuah misi yang direncanakan dan diberi nama “Operasi Absolute Resolve” diselesaikan.

Ini adalah hasil dari perencanaan dan latihan yang cermat selama berbulan-bulan. Bahkan, pasukan elit AS yang membuat replika persis rumah persembunyian Maduro di Caracas untuk melatih rute penyergapan mereka.

Rencana tersebut—merupakan intervensi militer AS yang luar biasa di Amerika Latin yang belum pernah terjadi sejak Perang Dingin—dirahasiakan dengan ketat.

Kongres tidak diberitahu atau dikonsultasikan sebelumnya. Dengan rincian yang tepat telah ditetapkan, para pejabat militer tinggi hanya perlu menunggu kondisi optimal untuk meluncurkan serangan.

Baca Juga  Dedy Mulyadi Soroti Banjir Eretan Indramayu,Printah Lucky Hakim Relokasi Warga

Pejabat militer mengatakan pada Sabtu (03/01), mereka ingin memaksimalkan unsur kejutan.

Menanggapi serbuan ini, Presiden Brasil Lula da Silva mengatakan, penangkapan pemimpin Venezuela dengan kekerasan tersebut sebagai “preseden yang sangat berbahaya bagi seluruh komunitas internasional”.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam sebuah pernyataan mengatakan, ia “sangat prihatin” dengan operasi militer AS di Venezuela, dan menambahkan bahwa hal itu memiliki “implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan tersebut”.

“Terlepas dari situasi di Venezuela, perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya,” kata pernyataan itu.

“Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh – oleh semua pihak – terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB. Ia sangat prihatin bahwa aturan hukum internasional belum dihormati.”

(Red)

Berita Terkait

IKB Banjaran Jalin Silaturahmi dengan MABAL Persib, Perkuat Kolaborasi Kreatif dan Komunitas
Kapolres Cianjur Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian Periode 1 April 2026
Awak media minta polres indramayu tangkap pelaku penjual obat keras di arjasari patrol
Awak media berharap polisi tangkap penjual obat keras di arjasari patrol indramayu
Karang Taruna Kecamatan Banjaran Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu
Pererat Silaturahmi dan Sportivitas, Dandim Cup I Bola Voli Tahun 2026 Resmi Dimulai
Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 29,9 Kg Sabu dan 15.056 Butir Ekstasi Jaringan Antarprovinsi
Korps Raport Sertijab Jadi Momentum Pembinaan Prajurit Kodim 1002/HST
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 17:26

IKB Banjaran Jalin Silaturahmi dengan MABAL Persib, Perkuat Kolaborasi Kreatif dan Komunitas

Senin, 6 April 2026 - 23:48

Kapolres Cianjur Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian Periode 1 April 2026

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:21

Awak media minta polres indramayu tangkap pelaku penjual obat keras di arjasari patrol

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:20

Awak media berharap polisi tangkap penjual obat keras di arjasari patrol indramayu

Senin, 16 Maret 2026 - 00:42

Karang Taruna Kecamatan Banjaran Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

Rabu, 25 Februari 2026 - 01:11

Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 29,9 Kg Sabu dan 15.056 Butir Ekstasi Jaringan Antarprovinsi

Senin, 23 Februari 2026 - 01:55

Korps Raport Sertijab Jadi Momentum Pembinaan Prajurit Kodim 1002/HST

Senin, 23 Februari 2026 - 01:52

Patroli Ramadhan, Polres Balangan sisir Pusat Kota Paringin

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x