Gejala Virus Nipah, Mirip Flu hingga Gangguan Otak Berujung Kematian

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 06:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, // trans24.id //- Gejala virus Nipah kerap diawali keluhan ringan yang menyerupai flu. Namun, infeksi ini dapat berkembang cepat, menyerang otak, dan berujung pada kematian bila tidak ditangani sejak dini.

Virus Nipah (Nipah virus/NiV) merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, serta antarmanusia. Virus ini terutama dibawa oleh kelelawar pemakan buah, tetapi juga dapat ditularkan melalui babi dan beberapa hewan lain.

Penularan terjadi saat seseorang terpapar cairan tubuh hewan atau manusia yang terinfeksi, seperti darah, air liur, urine, dan tinja. Risiko juga meningkat ketika mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi virus.

Mengutip Cleveland Clinic, pada tahap awal infeksi, gejala virus Nipah sering kali tidak khas dan menyerupai flu biasa. Beberapa keluhan yang umum muncul meliputi:

• Demam

• Sakit kepala

• Nyeri otot

• Tubuh terasa sangat lemas

• Batuk

• Sakit tenggorokan

• Muntah dan diare

• Sesak napas

Gejala-gejala tersebut umumnya muncul dalam rentang empat hingga 14 hari setelah paparan virus.

Masalahnya, kondisi pasien dapat memburuk dalam waktu singkat. Gangguan pernapasan bisa semakin berat, disertai pneumonia dan kesulitan bernapas.

Pada fase ini, risiko komplikasi serius meningkat, terutama jika pasien tidak segera mendapatkan penanganan medis.

Ancaman paling berbahaya dari virus Nipah adalah kemampuannya menyerang sistem saraf. Melansir Express UK, otoritas kesehatan menyebut radang otak atau ensefalitis sebagai komplikasi paling mematikan dari infeksi Nipah.

Baca Juga  Babinsa Lakukan Perbaikan Jalan Penghubung Antar Dukuh Desa Guworejo

Gejala ensefalitis antara lain:

• Kebingungan atau disorientasi

• Bicara tidak jelas

• Perubahan perilaku

• Kejang

• Kehilangan kesadaran

Badan Keamanan Kesehatan Inggris menjelaskan, gangguan saraf biasanya muncul beberapa hari hingga beberapa minggu setelah gejala awal. Pembengkakan otak akibat ensefalitis dapat mengganggu fungsi vital tubuh dan menjadi penyebab utama kematian pada pasien Nipah.

Virus Nipah dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat angka fatalitas infeksi ini berada di kisaran 40 hingga 75 persen, bergantung pada kesiapan layanan kesehatan serta kecepatan penanganan kasus.

Selain berisiko fatal, infeksi Nipah juga dapat meninggalkan dampak jangka panjang. Pasien yang selamat dari radang otak berisiko mengalami kejang berkepanjangan dan perubahan kepribadian.

Dalam beberapa kasus, virus bahkan dapat kembali aktif setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun, memicu radang otak berulang.

Hingga kini, belum tersedia obat maupun vaksin khusus untuk menyembuhkan infeksi virus Nipah. Penanganan yang diberikan bersifat suportif untuk meredakan gejala, antara lain:

• Memperbanyak minum air

• Beristirahat yang cukup

• Mengonsumsi obat penurun demam dan nyeri, seperti ibuprofen

• Menggunakan inhaler bila diperlukan

• Pemberian obat antikejang sesuai kondisi pasien

Dengan gejala awal yang tampak ringan seperti flu, virus Nipah menjadi ancaman yang kerap sulit dikenali. Padahal, infeksi ini dapat berkembang cepat menjadi gangguan otak yang mematikan jika tidak ditangani sejak dini.

Berita Terkait

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik
Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif
Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar
Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai
Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah
POLDA KALSEL BONGKAR JARINGAN PEMALSUAN DOKUMEN KENDARAAN BERMOTOR, 6 TERSANGKA DIAMANKAN
Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin
Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:29

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:24

Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:03

Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:16

Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:56

Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:26

Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:01

Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:54

Satlantas Polres Tabalong Pasang Spanduk Larangan Balap Liar dan Speed Bump Jelang Ramadhan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x