Kampung Omon, Papua: Hidup Terisolasi di Tengah Janji Kemerdekaan

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 07:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua //trans24.id – Sudah lebih dari tiga dekade komunitas adat Elseng diminta untuk meninggalkan cara hidup nomaden agar sepenuhnya menetap di sebuah kampung buatan pemerintah. Namun kampung bernama Omon di perbukitan di sisi selatan Kabupaten Jayapura itu hingga kini tak punya fasilitas dasar apapun: tidak ada listrik, tak ada sekolah, tidak ada jaringan telekomunikasi.

Setiap kali warga Elseng di Kampung Omon sakit keras, kerabat harus memikul mereka dengan berjalan melintasi hutan hujan tropis selama setengah hari.

Tak sedikit warga yang sakit akhirnya meninggal sebelum tiba di klinik di kampung lain. Mereka terpaksa dikubur di tengah hutan, di jalur yang sama yang mereka lewati saat berharap mendapat kesembuhan.

“Mungkin kami ini belum merdeka betul,” kata Frans Tabisu, Kepala Kampung Omon.

Kampung Omon berada di Kabupaten Jayapura, salah satu wilayah administratif tertua di Tanah Papua. Sejak masa pemerintahan kolonial Belanda, kawasan ini telah dirancang sebagai pusat pemerintahan—status yang berlanjut setelah Indonesia mengambil alih Papua usai Pepera 1969 yang kontroversial.

Baca Juga  Patroli Gabungan Brimob–Polres Jaktim Sita Sejumlah Sajam, Rencana Tawuran Digagalkan

Wakil Bupati Jayapura Haris Yocku menyebut Kampung Omon terisolasi dan lokasinya sangat jauh dari pusat Jayapura. Namun dia mengklaim pemerintah akan segera membangun jalan menuju Omon.

Setidaknya sejak 1970, komunitas Elseng tercatat dalam berbagai dokumen riset dan pemerintahan. Eksistensi mereka diketahui dan bahasa mereka pun telah dipelajari.

Dalam berbagai berkas itu, komunitas Elseng disebut sebagai orang Tabu, yang menurut pakar linguistik, Willem Burung, sebuah istilah yang melecehkan karena bermakna “orang-orang terbelakang”.

Kini warga Kampung Omon bertanya, apakah mereka benar-benar bagian dari Indonesia. Jika jawabannya ya, mereka bertanya mengapa hingga saat ini mereka belum mendapat hak-hak dasar yang telah dinikmati masyarakat Indonesia di tempat-tempat lainnya?

(Red)

Berita Terkait

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik
Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif
Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar
Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai
Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah
POLDA KALSEL BONGKAR JARINGAN PEMALSUAN DOKUMEN KENDARAAN BERMOTOR, 6 TERSANGKA DIAMANKAN
Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin
Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:29

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:24

Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:03

Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:16

Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:56

Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:26

Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:01

Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:54

Satlantas Polres Tabalong Pasang Spanduk Larangan Balap Liar dan Speed Bump Jelang Ramadhan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x