Kepala Diskominfo Kota Bandung: Iuran BPJS Lebih Ringan Dibanding Biaya Berobat Tanpa Jaminan

- Penulis

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung //trans24.id Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Farhan, menegaskan bahwa iuran BPJS Kesehatan jauh lebih ringan dibandingkan biaya pengobatan yang harus ditanggung masyarakat apabila sakit tanpa perlindungan jaminan kesehatan.

“Kadang-kadang kita merasa iuran BPJS itu mahal. Tapi ketika sakit, biayanya bukan lagi Rp100 ribu, bisa ratusan ribu, jutaan, bahkan puluhan juta rupiah,” ujar Farhan saat kegiatan di Kelurahan Cikawao, Kota Bandung, Selasa (13/1/2026).

Menurut Farhan, BPJS Kesehatan tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan kesehatan pribadi, tetapi juga memiliki nilai sosial yang besar bagi masyarakat kurang mampu. Ia menyebut, kepatuhan membayar iuran BPJS secara tidak langsung menjadi bentuk amal jariah.

“Kenapa BPJS itu perlu? Karena di dalamnya ada nilai amal jariah. Ketika Bapak Ibu patuh membayar BPJS, itu membantu sekitar 100 ribu warga miskin di Kota Bandung yang bahkan untuk makan pun masih kesulitan,” katanya.

Ia menjelaskan, warga tidak mampu di Kota Bandung ditanggung melalui skema Universal Health Coverage (UHC). Oleh karena itu, tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar iuran BPJS sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan program UHC tersebut.

“Semakin tinggi tingkat kepatuhan kita, semakin besar pula jatah UHC yang bisa ditanggung oleh BPJS,” ujarnya.

Baca Juga  Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025 Resmi Diluncurkan, Dorong Sekolah Aman dan Nyaman

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kelurahan Cikawao saat ini telah mencapai 98 persen, yang menunjukkan hampir seluruh warga telah terdaftar dalam jaminan kesehatan. Namun demikian, tingkat keaktifan peserta BPJS Kesehatan di wilayah tersebut masih berada di kisaran 76 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat keaktifan peserta BPJS di Kota Bandung yang mencapai sekitar 80 persen.

Farhan juga membagikan pengalaman pribadinya saat memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan. Ia mengaku BPJS sangat membantu keluarganya ketika membutuhkan layanan kesehatan.

“Istri saya kemarin dirawat di rumah sakit menggunakan BPJS. Alhamdulillah, sangat membantu,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini BPJS Kesehatan merupakan pilihan pembiayaan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat, terutama di tengah tingginya biaya layanan kesehatan nonjaminan.

“Di mana pun sekarang, BPJS adalah pilihan pembiayaan layanan kesehatan terbaik yang kita miliki. Kalau harus membayar layanan swasta, biayanya sangat mahal,” tegas Farhan.

Menutup pernyataannya, Farhan meminta aparat kewilayahan untuk memastikan seluruh warga, khususnya kelompok rentan dan tidak mampu, mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan melalui BPJS dan skema UHC.

“Ketika warga jatuh sakit, tanggung jawab kita bersama memastikan mereka paling tidak mendapatkan perlindungan UHC,” pungkasnya.

Aziz Bandung

Berita Terkait

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik
Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif
Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar
Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai
Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah
POLDA KALSEL BONGKAR JARINGAN PEMALSUAN DOKUMEN KENDARAAN BERMOTOR, 6 TERSANGKA DIAMANKAN
Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin
Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:29

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:24

Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:03

Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:16

Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:56

Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:26

Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:01

Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:54

Satlantas Polres Tabalong Pasang Spanduk Larangan Balap Liar dan Speed Bump Jelang Ramadhan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x