Masih membandel Beralih Dengan Modus Baru, Pengadaan Biomasa PLTU 2 Labuan Kembali di Soal

- Penulis

Jumat, 5 Desember 2025 - 07:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang, Banten//trans24.id – Pengadaan Biomasa di PT. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Banten 2 Labuan, kembali disoal. Pasalnya, pengiriman Biomasa masih dalam kondisi basah. Bahkan, dalam pengirimannya, berganti modus baru dengan menggunakan bak besi dilengkapi plat besi diduga sebagai penahan kadar air pada bak truk pengangkut Biomasa.

“Pengiriman Biomasa sekam dan serbuk kayu, masih dalam kondisi basah, bahkan sekarang berganti modus dengan menggunakan bak truk pengangkut Biomasa yang menggunakan bak pelat besi,” kata salah satu penyuplai biomasa yang namanya enggan di sebut kepada media ini, Rabu (26/11/2025).

Lebih lanjut dia mengatakan, tujuan dari digunakannya bak plat besi, antara lain untuk menahan kadar air di dalam bak truk, agar volume hasil timbangan lebih tinggi. “Padahal dari berita acara kesepakatan antar IP, ADC dan supplier, itu ada point bahwa biomasa dikirim dalam keadaan kering atau tidak basah, namun mereka sendiri yang melanggar,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan PT. Artha Data Coalindo (ADC), Heru menampik adanya pengiriman Biomasa basah. Menurutnya, pihaknya menerima pasokan biomassa mengikuti SOP yang telah ditentukan. Untuk kegiatan diluar PLTU, itu tanggung jawab masing-masing mitra, bukan tanggung jawab kami. “Kami menerima biomassa, Pertama, sebelum masuk kami screening di tempat parkir truk. Kedua, setelah lolos kami timbang, jika terlihat netes air kami keluarkan lagi. Untuk screening kedua, jika masih netes maka truk menginap, dan keesokannya sampai aman untuk dibongkar,” kilahnya.

Jika lolos di timbangan, kita bongkar, jika dibongkar ditemukan ngebyor air maka tidak dihitung, dianggap nol pasokan kata Heru. Lebih lanjut Heru mengatakan, temuan temuan yang ada dilapangan akan kami peringatkan, dan lalu dilakukan scorsing, bagi truk jika masih nakal maka kami blacklist dan tidak boleh masuk selamanya ke PLTU. “Kami lakukan cek seperti ini karena sekarang ada penambahan pemasok baru, dan itu tanggung jawab di masing masing PIC. Jadi selama kami screening dan di dalam ada air kami tolak,” bebernya.

Baca Juga  Longsor timbun puluhan rumah di Bandung Barat, sebanyak 17 orang meninggal dunia

Namun ketika ditanya adanya modus baru yang dilakukan pengirim Biomasa dengan menggunakan plat besi untuk menahan kadar air di dalam bak Truk, perwakilan PT. Artha Data Coalindo, Heru tidak menjawab alias bungkam.

Sementara itu, Humas PT Indonesia Power, Shandy mengatakan, pengawasannya kalau sisi PLTU setelah sampai di PLTU saja. Jadi sebelum masuk jembatan timbang ada pengecekan oleh tim terkait barangnya (Biomasa-Red). “Jadi dalam segi pengawasan, IP enggak, itu mah ADC,” kata Shandy.

Ditanya kaitan penggunaan plat besi didalam bak truk pengangkut Biomasa yang di temukan pada saat bongkar di dalam lingkungan PLTU, shandy heran juga saat wartawan mengirimkan fhoto penggunaan plat besi. “Itu kok ada plat besi segala, oke ijin saya sampaikan terkait info ini ke orang IP area tersebut,” pintanya.

Terpisah, Ketua LSM Forum Kedaulatan Masyarakat Banten Selatan (LSM FKMBS) Yusuf Al Bantani mengecam keras adanya dugaan permainan yang dilakukan suplier pengirim Biomasa. Patut diduga, kata Yusuf, para suplier berkerjasama dengan oknum pegawai PT. ADC dan PT. Indonesia Power untuk memuluskan kegiatan tersebut. “Tidak mungkin mereka (Suplier-Red) jalan sendiri, pastinya ada orang dalam yang ikut bermain,” tegasnya.

Hal ini, lanjut Yusuf, harus disikapi mengingat pengadaan pembelian Biomassa serbuk kayu dan sekam padi ini, menggunakan anggaran negara yang digelontorkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Dengan mensiasati volume tonase, mereka diduga telah merugikan keuangan negara, dan kami dari LSM FKMBS akan menggiring persoalan ini keranah hukum, supaya Aparat Penegak Hukum (APH) menyikapi hal ini,” pungkasnya.

Berita Terkait

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik
Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif
Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar
Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai
Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah
POLDA KALSEL BONGKAR JARINGAN PEMALSUAN DOKUMEN KENDARAAN BERMOTOR, 6 TERSANGKA DIAMANKAN
Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin
Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:29

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:24

Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:03

Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:16

Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:56

Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:26

Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:01

Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:54

Satlantas Polres Tabalong Pasang Spanduk Larangan Balap Liar dan Speed Bump Jelang Ramadhan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x