Mayat tanpa kepala ditemukan di sukabumi dua warga syok

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 06:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi //trans24.id Suasana Kampung Cikeresek, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mendadak gempar pada Kamis (8/1/2026) malam.

Di balik kehebohan penemuan mayat tanpa kepala yang tersangkut di aliran sungai, terdapat kisah mencekam dari dua warga yang pertama kali menemukannya.

detikJabar berhasil menemui kedua saksi mata tersebut, Ikoh Nuryadi (53) dan Saepul Rohman (43), di kediaman mereka, Jumat (9/1/2026). Duduk di atas anyaman bambu rumah panggungnya, wajah keduanya masih menyiratkan rasa syok usai kejadian horor yang mereka alami semalam
Malam itu, sekitar pukul 21.00 WIB, Ikoh dan Saepul berangkat menembus gelapnya malam. Tujuan mereka sederhana, ngobor atau mencari ikan menggunakan obor sebagai penerangan, sekaligus memeriksa lahan garapan padi yang sebentar lagi panen.

Langkah kaki membawa mereka menuruni area Curug Darismin yang dikenal terjal. Warga setempat menyebut area itu “Kebun Awi” (kebun bambu), sebuah lokasi yang jarang dijamah manusia, bahkan oleh Ikoh sendiri yang mengaku sudah berbulan-bulan tidak menjejakkan kaki di sana
“Lokasinya susah turunnya, terjal, jurang kebun bambu,” kenang Ikoh.

Setibanya di aliran sungai, cahaya lampu obor mereka menangkap pemandangan yang awalnya menggembirakan. Ikan-ikan terlihat berkumpul di satu titik. Ada ikan hitam, ada kepiting sawah, semuanya tampak mengerubungi sebuah objek besar yang tersangkut di air.

Dikira Anak Sapi atau Domba
Saepul, yang posisinya berada di depan, awalnya mengira objek yang dikerubungi ikan itu adalah bangkai hewan ternak yang hanyut. Dalam remang malam, kulit mayat yang sudah mulai rusak terlihat samar seperti berbulu.

“Aduh, ini anak sapi atau domba? Kok sudah berbulu,” ujar Ikoh menirukan percakapannya dengan Saepul malam itu.

Baca Juga  Pemkab Tambrauw Ikuti Entry Meeting Pemeriksaan Interim LKPD 2025, Fokus Tingkatkan Tata Kelola Keuangan

Namun, saat Saepul mendekat dan menyorotkan lampu lebih jelas, jantungnya serasa berhenti berdetak.

Ia melihat tumit dan betis. Keraguan Saepul sirna saat ia menghitung jumlah jari pada objek tersebut.

“Pas dilihat, eh ternyata manusia. Terlihat mata kaki. Pas dihitung jarinya ada lima. Ah, kalau domba atau sapi kan kakinya beda, ini ada tumitnya,” cerita Saepul dengan nada bergidik.

Kenyataan pahit seketika menghantam mereka, ikan-ikan yang sejak tadi mereka tangkap dengan suka cita, ternyata sedang memakan daging jenazah tersebut
Posisi mayat itu tertelungkup, mengambang di air, dan dikerubungi biota sungai karena bau amis darah, meski belum tercium bau bangkai yang menyengat.

Rasa mual dan ngeri seketika menyergap. Tanpa pikir panjang, Saepul dan Ikoh langsung membuang kembali seluruh ikan yang sudah mereka masukkan ke dalam kaneron (tas tradisional).

“Ngeri lihat kondisinya. Dilepaskan lagi ikannya, dibuang semua,” kata Ikoh.

Kondisi Mengenaskan
Menurut kesaksian Ikoh, kondisi mayat tersebut sangat memprihatinkan. Selain tanpa kepala, bagian kulit tubuhnya sudah mengelupas. Yang lebih mengerikan, tulang betis bagian kanan jenazah tersebut terlihat patah hingga tulangnya mencuat keluar.

“Betis kanan patah, tulang kecilnya melesat keluar. Entah dimakan biawak atau bagaimana, yang jelas sudah terpisah,” ungkap Ikoh.

Temuan ini lantas membuat mereka bergegas naik kembali dari jurang sungai, membatalkan niat mencari ikan, dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga dan aparat desa.
Kini, misteri siapa sosok mayat tanpa kepala di Kebun Awi itu masih dalam penyelidikan aparat kepolisian

Berita Terkait

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik
Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif
Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar
Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai
Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah
POLDA KALSEL BONGKAR JARINGAN PEMALSUAN DOKUMEN KENDARAAN BERMOTOR, 6 TERSANGKA DIAMANKAN
Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin
Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:29

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:24

Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:03

Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:16

Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:56

Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:26

Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:01

Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:54

Satlantas Polres Tabalong Pasang Spanduk Larangan Balap Liar dan Speed Bump Jelang Ramadhan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x