Jakarta//trans24.id – Rangkaian perayaan Natal Nasional 2025 mengusung tema besar “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24), dengan subtema “Keluarga Bertahan di Tengah Tantangan Kota Metropolitan”. Kegiatan ini digelar dalam bentuk Seminar Natal Nasional di Aula Lantai 1 Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta, Jumat (3/1/2026).
Sejumlah tokoh nasional dan pemuka lintas gereja hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Agama Republik Indonesia Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., Maruarar Sirait selaku Ketua Panitia Natal Nasional, Dr. (HC) James T. Riady selaku Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan sekaligus praktisi bisnis, Pdt. Dr. (HC) Jacklevyn Frits Manuputty, M.A. Ketua Umum PGI, serta Pdt. Dr. Jason Joram Balompapueng sebagai Ketua Pelaksana Harian Panitia Natal Nasional.
Turut hadir pula Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si. dari Komisi Keluarga KWI, Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, Ph.D. selaku Koordinator Seminar Natal Nasional 2025, dengan moderator Pdt. Justitia Vox Dei Hattu, Th.D. dan Pdt. Indah Sriulina Ginting, M.Th.
Dalam sambutannya, Maruarar Sirait menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kehadiran para tokoh nasional dan peserta di kampus STFT Jakarta.
“Kami sangat bersukacita karena Ibu dan Bapak hadir di kampus ini. Selamat datang di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta, kampus tertua pendidikan teologi di Indonesia yang berdiri sejak 1934. Kampus ini telah melahirkan banyak pemimpin bangsa, mulai dari perdana menteri, menteri, anggota dewan, hingga para Ketua Umum PGI,” ujar Maruarar.
Ia juga mengingatkan bahwa STFT Jakarta memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia, termasuk keterlibatannya dalam berbagai peristiwa nasional.
“Kampus ini ikut dalam peristiwa reformasi, peristiwa 1965, dan bahkan pernah ditutup pada masa pendudukan Jepang karena menolak kebijakan penutupan pendidikan teologi. Karena itu, dengan rasa haru dan bangga, kami menyambut kehadiran Ibu dan Bapak di tempat ini. Jangan hanya datang sekali, tapi datanglah kembali dan kirimkan mahasiswa ke sini untuk kami didik menjadi calon pendeta dan pemimpin bangsa,” lanjutnya.
Maruarar juga menjelaskan bahwa puncak Perayaan Natal Nasional akan dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2026, di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta, dan rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Pesan Bapak Presiden jelas, perayaan Natal harus sederhana, berdampak, dan terbuka. Karena itu, rangkaian Natal Nasional tidak hanya seremonial, tetapi diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial. Sebanyak 75 persen anggaran Natal Nasional atau sekitar Rp50,65 miliar dialokasikan untuk bantuan yang disalurkan ke seluruh Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Maruarar menegaskan bahwa tema Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga* dipilih karena keluarga merupakan fondasi utama dalam kehidupan gereja dan bangsa.
“Keluarga adalah ecclesia domestica, gereja dalam bentuk paling kecil. Jika keluarga kuat, maka gereja dan bangsa juga akan kuat. Saat ini keluarga menghadapi banyak krisis, mulai dari pinjaman online, judi online, kerusakan lingkungan, perdagangan manusia, hingga berbagai tantangan sosial lainnya,” ungkapnya.
Seminar Natal Nasional 2025 sendiri telah dan akan digelar di sembilan kota di Indonesia, antara lain Bandung, Medan, Manado, Palangkaraya, Ruteng, Ambon, Toraja, Merauke, dan Jakarta, bekerja sama dengan berbagai universitas, keuskupan, serta lembaga gereja setempat.
“Kami merasa sembilan kota masih kurang pas, karena itu akan ditambah satu lagi sehingga menjadi sepuluh seminar. Seminar terakhir rencananya akan digelar pada 29 Januari 2026 di Universitas Pelita Harapan,” tutup Maruarar.
Rangkaian Natal Nasional 2025 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penguatan keluarga, gereja, dan kehidupan berbangsa di tengah tantangan masyarakat metropolitan saat ini.


















