PENGKADAN, //trans24.id// – Suasana pagi di SMAN 1 Pengkadan tampak berbeda dari biasanya. Bukan sekadar apel rutin, kehadiran jajaran Polsek Pengkadan yang dipimpin langsung oleh IPTU Dendy Arif Setiady, S.H., M.H., membawa misi edukasi dan keselamatan bagi para generasi muda.
Bukan dengan tindakan keras, Polsek Pengkadan mengedepankan pendekatan persuasif dalam menertibkan penggunaan knalpot tidak standar atau “brong” di lingkungan sekolah.
“Kami hadir di sini bukan untuk menghukum, tapi untuk merangkul adik-adik sekalian. Penggunaan knalpot brong bukan hanya soal suara bising, tapi soal menghargai kenyamanan orang lain dan menjaga keselamatan diri sendiri,” ujar IPTU Dendy saat memberikan arahan di hadapan para siswa.
Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Camat Pengkadan dan rekan-rekan Babinsa ini, petugas menemukan dua unit sepeda motor siswa yang menggunakan knalpot brong. Alih-alih melakukan penilangan, Kapolsek justru memberikan kesempatan kepada siswa tersebut untuk menggantinya kembali ke standar pabrikan secara mandiri.
Kapolsek menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari dukungan terhadap Operasi Keselamatan 2026. Selain soal knalpot, para siswa juga diingatkan pentingnya penggunaan helm dan kaca spion sebagai pelindung utama di jalan raya.
“Kami ingin adik-adik berangkat sekolah dengan aman dan pulang ke rumah dengan selamat. Kelengkapan kendaraan bukan hanya aturan, tapi kebutuhan untuk melindungi nyawa kalian,” tambah IPTU Dendy
Pihak sekolah, yang diwakili oleh Bapak Bertinus Anggiat E. Siregar, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kehadiran kepolisian. Menurutnya, pendekatan humanis seperti ini jauh lebih efektif dalam menyentuh kesadaran siswa dibandingkan sekadar sanksi administratif.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan diskusi santai antara personel kepolisian dengan para siswa, menciptakan suasana akrab yang menunjukkan bahwa Polri adalah mitra sekaligus pelindung bagi pelajar.


















