Thailand Ngamuk ke Kamboja, Provinsi Dibombardir Mortir 

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 05:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

THAILAND//trans24.id – Thailand dan Kamboja kembali memanas, Selasa (6/1/2026). Tentara Thailand mengatakan pasukan Kamboja melanggar gencatan senjata yang telah berlangsung selama 10 hari dengan membombardir mortir ke provinsi perbatasannya Ubon Ratchathani .

Aksi itu melukai seorang tentaranya. Ia terluka akibat pecahan peluru dan sedang dievakuasi untuk perawatan medis.

“Kamboja telah melanggar gencatan senjata pada Selasa pagi,” tegas tentara Thailand dalam sebuah pernyataan, dikutipAFP.

Konflik telah berlangsung selama beberapa dekade antara kedua negara Asia Tenggara ini. Meski sudah berupaya didamaikan Oktober, pertempuran kembali pecah Desember.

Saling serang telah menewaskan puluhan orang dan menyebabkan sekitar satu juta orang mengungsi di kedua belah pihak. Kedua negara pun menyepakati kembali gencatan senjata baru pada 27 Desember.

Sementara itu, Kamboja belum bersuara atas laporan itu. Juru bicara Kementerian Pertahanan Maly Socheata, menolak berkomentar.

Baca Juga  411 PPPK Paruh Waktu di Jakarta Timur Terima SK, Walikota: Kerja dengan Baik dan Sesuai Aturan

Konflik berkepanjangan antara kedua negara berakar dari perselisihan mengenai demarkasi perbatasan sepanjang 800 kilometer (km) yang berasal dari era kolonial. Di mana kedua belah pihak mengklaim wilayah dan reruntuhan kuil berusia berabad-abad.

Di bawah gencatan senjata Desember, Kamboja dan Thailand berjanji untuk menghentikan tembakan, membekukan pergerakan pasukan, dan bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau di sepanjang perbatasan mereka. Bangkok juga setuju untuk membebaskan 18 tentara Kamboja yang ditahan sejak Juli ketika bentrokan perbatasan yang mematikan pada bulan itu menewaskan puluhan orang.

Thailand membebaskan tentara Kamboja pada 31 Desember, dengan kementerian luar negerinya mengatakan pembebasan mereka adalah “demonstrasi niat baik dan pembangunan kepercayaan”. Phnom Penh mengatakan pekan lalu bahwa mereka tetap “berharap” bahwa pembebasan mereka akan “secara signifikan berkontribusi pada pembangunan kepercayaan bersama”.

Berita Terkait

IKB Banjaran Jalin Silaturahmi dengan MABAL Persib, Perkuat Kolaborasi Kreatif dan Komunitas
Kapolres Cianjur Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian Periode 1 April 2026
Awak media minta polres indramayu tangkap pelaku penjual obat keras di arjasari patrol
Awak media berharap polisi tangkap penjual obat keras di arjasari patrol indramayu
Karang Taruna Kecamatan Banjaran Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu
Pererat Silaturahmi dan Sportivitas, Dandim Cup I Bola Voli Tahun 2026 Resmi Dimulai
Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 29,9 Kg Sabu dan 15.056 Butir Ekstasi Jaringan Antarprovinsi
Korps Raport Sertijab Jadi Momentum Pembinaan Prajurit Kodim 1002/HST
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 17:26

IKB Banjaran Jalin Silaturahmi dengan MABAL Persib, Perkuat Kolaborasi Kreatif dan Komunitas

Senin, 6 April 2026 - 23:48

Kapolres Cianjur Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian Periode 1 April 2026

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:21

Awak media minta polres indramayu tangkap pelaku penjual obat keras di arjasari patrol

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:20

Awak media berharap polisi tangkap penjual obat keras di arjasari patrol indramayu

Senin, 16 Maret 2026 - 00:42

Karang Taruna Kecamatan Banjaran Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

Rabu, 25 Februari 2026 - 01:11

Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 29,9 Kg Sabu dan 15.056 Butir Ekstasi Jaringan Antarprovinsi

Senin, 23 Februari 2026 - 01:55

Korps Raport Sertijab Jadi Momentum Pembinaan Prajurit Kodim 1002/HST

Senin, 23 Februari 2026 - 01:52

Patroli Ramadhan, Polres Balangan sisir Pusat Kota Paringin

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x