Tradisi Celak Timur Tengah yang Bermakna Spiritual dan Jadi Warisan Budaya UNESCO

- Penulis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 12:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMUR TENGAH , // trans24.id //-Celak (eyeliner) ribuan tahun lalu dikenakan oleh laki-laki dan perempuan masyarakat Timur Tengah. Tradisi ini bukan cuma untuk keindahan dan kesehatan mata, tapi juga bermakna spiritual.

“Saat saya memakai eyeliner di tempat tinggal saya di Brooklyn [AS] yang begitu jauh dari kampung halaman, saya merasa seperti terhubung dengan ibu saya, nenek saya, dan dengan perempuan di seluruh Timur Tengah,” kata jurnalis bernama Zahra Hankir.

Desember lalu Badan Kebudayaan PBB, UNESCO, memasukkan kohl ke dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda. Kohl adalah kosmetik mata berwarna gelap, yang secara tradisional diaplikasikan, baik oleh perempuan dan laki-laki, di sekitar mata.

Kohl dalam bahasa Inggris sepadan dengan istilah eyeliner, sementara bahasa Indonesia mengenalnya dengan sebutan celak. Kohl memiliki akar yang membentang ribuan tahun.

Di wilayah lainnya, kohl dikenal dengan nama yang berbeda, seperti kajal di Asia Selatan, tiro di Nigeria, dan sormeh di Iran.

Secara tradisional kohl terbuat dari antimon, timbal, atau mineral lainnya. Adapun produk versi modernnya mengandung bahan-bahan lain.

Baca Juga  Kasad Tekankan Kepemimpinan Bukan Sekadar Jabatan, Melainkan Memberi Arah dan Solusi

Kosmetik ini memiliki makna khusus bagi penulis berdarah Lebanon, Zahra Hankir, yang keluarganya pindah ke Inggris untuk menghindari perang saudara tahun 1975.

“Dulu saya sering memperhatikan ibu saya merias wajahnya ketika kami tinggal berjauhan. Saya merasa dia terhubung dengan sesuatu yang sangat dalam,” ujarnya yang menulis buku berjudul Eyeliner: A Cultural History.

Menurutnya, pengakuan UNESCO membingkai kohl bukan sekedar tren atau produk, tapi sebagai praktik budaya yang hidup dan layak dilindungi.

“Penetapan oleh UNESCO membantu melindungi pengetahuan, ritual, dan keahlian yang terkait dengan pembuatan dan pemakaian kohl, memastikan bahwa hal-hal tersebut didokumentasikan, ditransmisikan, dan dihargai lintas generasi daripada diencerkan atau hilang oleh budaya kecantikan komersial yang terglobalisasi,” ujarnya.

Asal usul kohl dapat ditelusuri ke peradaban kuno di Mesir, Mesopotamia, dan Persia. Di Mesir Kuno, menurut Hankir, kohl dipakai semua orang, tanpa memandang jenis kelamin atau kelas.

Berita Terkait

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik
Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif
Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar
Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai
Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah
POLDA KALSEL BONGKAR JARINGAN PEMALSUAN DOKUMEN KENDARAAN BERMOTOR, 6 TERSANGKA DIAMANKAN
Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin
Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:29

Survei LS VINUS: Kinerja Gubernur Kalsel Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Raup 63,25 Persen Kepuasan Publik

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:24

Rilis Hasil Survei LS Vinus: Satu Tahun Kinerja Pemerintah Kota Banjarmasin Mencapai Angka Positif

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:03

Tegakkan Hukum, DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Lakukan Penagihan Serentak, 150 Surat Paksa Senilai Rp47,8 Miliar

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:16

Penyaluran Perdana Kado Lebaran Yatim Dhuafa Sasar Warga Bedakan Sungai Miai

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:56

Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi: Pasar Ramadhan Meningkatkan UMKM kecil dan menengah

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:26

Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari Banjarmasin

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:01

Peresmian Dapur SPPG Mawar 3 di Banjarmasin Tengah, Perkuat Program Pemenuhan Gizi dan Serap Puluhan Relawan

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:54

Satlantas Polres Tabalong Pasang Spanduk Larangan Balap Liar dan Speed Bump Jelang Ramadhan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x